CATATAN KREATIFITAS BERSAMA IBU SEREPINA TIUR MAIDA, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. PERTEMUAN - 7
LISBET RIKAYANTI / NIM. 183124340220018 / FAK. EKONOMI / PRODI. MANAJEMEN / UNIVERSITAS MPU TANTULAR
SIMULASI HASIL TULISAN KELOMPOK
Presentasi buku dari kelompok 1 sampai dengan kelompok 15
Untuk di dalam isi blog ini saya dari kelompok 14 dari webinar 2 ingin mempresentasikan hasil diskusi kami yang akan kami beri judul " PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT PADA TRANSPORTASI UMUM DI TENGAH PANDEMI COVID-19 "
Latar Belakang
Pandemi
COVID-19 (Coronavirus Disease2019) yang disebabkan oleh virus SARSCoV-2 (Severe
Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) menjadi peristiwa yang mengancam
kesehatan masyarakat secara umum dan telah menarik perhatian dunia. Pada
tanggal 30 Januari 2020, WHO (World Health Organization) telah menetapkan
pandemi COVID-19 sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi
perhatian dunia internasional (Güner, Hasanoğlu, & Aktaş, 2020).
Pandemi
COVID-19 mengakibatkan dampak yang berpengaruh secara merata diberbagai aspek
kehidupan. Salah satu dampak yang terasa, pada penurunan moda transportasi. Hal
ini dikarenakan pemerintah membuat suatu keputusan dengan adanya sistem sosial
baru yaitu, sosial distancing 4 maupun physical distancing, dan ditindak
lanjuti dengan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Kebijakan
tersebut, dibuat agar membatasi sebuah roda kehidupan dalam penyebaran wabah
COVID-19 yang begitu cepat. Masyarakat dihimbau untuk menghentikan semua
aktivitas publik dan membatasi keluar rumah, seperti sekolah, kuliah, kerja
sekaligus ibadah semua dilakukan dari rumah serta membatasi akses pergerakan
moda trasportasi masyarakat ke luar kota dan sebaliknya.
Perkembangan
transportasi umum di Indonesia saat ini mengalami pasang surut akibat adanya
Covid 19 yang terjadi di seluruh negara. Selain itu, hendaknya kita sadari
bahwa di masa sekarang ini Negara Indonesia berada dalam suatu persaingan yang
semakin ketat dan sebuah tantangan besar di masa pandemi ini.
Bagaimana
sikap pengguna masyarakat dalam menggunakan transportasi umum dimasa pandemi?
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku masyarakat terhadap
transportasi umum ditengah pandemi Covid-19. Dan membuat kesadaran masyarakat
tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan dalam ruang lingkup transportasi
umum.
Pembahasan
Pergerakan
moda transportasi digunakan sebagai alat pendukung, sarana dan prasarana
memudahkan manusia dalam mobilitas, berpindah dari satu tempat ke tempat lain
untuk aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Moda transportasi ini dapat berupa
moda transportasi darat ,moda transportasi udara dan moda transportasi laut,
dimana setiap moda tersebut memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda-beda
(Munawar, 2005).
Pada
awal Juni 2020, beberapa wilayah mulai melonggarkan kebijakan PSBB, dengan
tujuan agar kegiatan perekonomian tetap terus bergerak dengan tetap
memprioritaskan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga
jarak (physical distancing). Protokol kesehatan tersebut juga diterapkan di
moda transportasi umum yang merupakan salah satu akses masyarakat dalam
bermobilitas. Beberapa moda transportasi juga menerapkan aturan-aturan tambahan
seperti pembatasan jumlah armada, pembatasan jam operasional, pembatasan jumlah
penumpang, penyemprotan disinfektan, pengecekkan suhu dan pengadaan sarana
prasarana kesehatan seperti wastafel cuci tangan dan handsanitizer. Masyarakat
Indonesia pada umumnya masih merasa khawatir untuk memilih moda transportasi
umum sebagai akses bermobilitas, dikarenakan besarnya volume penumpang dan
terbatasnya ruang, yang menyebabkan resiko tertular COVID-19 di transportasi
umum tergolong tinggi. Perubahan ini mengakibatkan jumlah penumpang disemua
jenis transportasi umum di jakarta mengalami penurunan.
Namun
tidak bisa dipungkiri beberapa masyarakat terpaksa menggunakan moda
transportasi dimasa pandemi ini. Agar mereka bisa beraktivitas dengan
menggunakan transportasi umum, masyarakat diberikan sosialiasi dimana
masyarakat harus bisa beradaptasi dan menyadari betapa pentingnya protokol kesehatan
saat berada di dalam transportasi publik.
Mayarakat
menjadi lebih teratur dalam hal antrian maupun didalam bis atau kereta dengan
menjaga jarak, disiplin penggunaan masker, selalu mencuci tangan atau
menggunakan handsantizer, dan tidak melakukan obrolan saat berada didalam bus
dan kereta, serta melakukan pengecekan suhu pada saat ingin menggunakan moda
transportasi umum. Selain itu juga
diusahakan untuk tidak
memegang gagang pintu serta
pegangan yang ada di
dalam kendaraan. Usahakan
juga untuk selalu membawa hand
sanitizer dan menggunakan sarung tangan
jika memang dibutuhkan.
Masyrakat
juga dihimbau tidak boleh melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum
jika keadaan sedang tidak sehat. Selalu menjaga daya tahan tubuh selama
menjalani new normal. Menjaga kekebalan tubuh sangat penting
untuk dilakukan agar tetap sehat
dan terhindar dari
penyakit. Berbagai cara untuk
menjaga daya tahan tubuh
agar kuat adalah
dengan minum air putih
yang cukup (delapan
gelas sehari), makan makanan yang
bergizi, rutin untuk melaksanakan olahraga,
durasi tidur yangcukup, minum
vitamin, dan selalu mencuci tanga setelah melakukan aktivitas.
Menghadapi
masa pandemi COVID-19 membutuhkan perubahan kebiasaan atau yang kita kenal
sebagai Adaptasi Kebiasaaan Baru (AKB) berupa Protokol Kesehatan yang berbeda
dibandingkan dengan kondisi normal (sebelum
pandemi). Inti perubahan
tersebut adalah bagaimana
meminimalkan kontak langsung antar penyedia dan pengguna jasa tranportasi.
Disisi
lain, pandemi memunculkan peluang bagi penataan transportasi Jabodetabek. Salah
satunya mendorong lebih banyak penggunaan non-motorized transportation (NMT)
seperti berjalan kaki maupun bersepeda di kalangan masyarakat dengan tetap mengedepankan
protokol kesehatan. Dan saat ini antusiasme masyarakat dalam menggunakan sepeda
sebagai alat transportasi sangat tinggi.
Untuk
mendukung tulisan ini kami melakukan wawancara dengan beberapa masyarkat yang
menggunakan transportasi umum di masa pandemi ini.
Dalam
wawancara bersama Saudara Irpan Prastyo, pengguna transportasi busway Grogol –
Juanda menjelaskan mengenai perubahan penggunaan transportasi umum.
Dampak
yang dirasakan pada saat ingin menaiki transportasi umum kita harus menjaga
jarak dengan orang lain, dan pada saat ingin menaiki busway atau transportasi
lain sekarang harus menunjukkan surat vaksinasi. Tantangan yang dihadapi pada
saat ingin menggunakan transportasi umum kita harus cepat saat ingin menaiki
kendaraan agar tidak telat karena jumlah atau kapasitas setiap kendaraan sudah
dibatasi. Kita juga harus menjaga kesehatan, jaga imun dan tetap produktif
Amrina
Rosada sebagai mahasiswa luar kota yang menggunakan moda transportasi umum pun
menjelaskan
Pandemi
ini banyak sekali memberikan dampak dalam berbagai sektor dengan adanya
kebijakan pemerintah berupa PSBB dimana masyarakat diminta untuk mengurangi
kegiatan diluar rumah dan juga membatasi perjalanan keluar daerah. Bagi amrina
yang kuliah diluar kota dimana ketika hendak pulang kerumah cukup kesulitan
untuk mendapatkan transportasi yang masih beroperasi padahal biasanya kendaraan
banyak tetapi pada masa pandemi juga sebagai dampak dari pembatasan perjalanan
jumlah kendaraan umum untuk keluar kota sangat minim sekali. Pengguna harus
beradaptasi dan membiasakan diri dalam membatasi mobilitas kegiatan.
Kesimpulan dan saran
Dengan adanya kebijakan pemerintah masyarakat beradaptasi dengan perubahan yang baru. Dan masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum harus mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jaga, memakai masker, mencuci tangan atau memakai handsanitizer. Jika sedang dalam kondisi yang tidak sehat maka jangan melakukan bepergian.
Berdasarkan tulisan yang dibuat tentang perubahan penggunaan transportasi umum pada masa pandemi COVID-19, penulis menyadari masih adanya kekurangan, sehingga penulis memberikan saran seperti agar lebih memperhatikan tatanan bahasa yang ada dan sumber data yang akan digunakan
Komentar
Posting Komentar